News Update :

Football News

Tips

Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Menghabiskan Biaya Rp 300 juta, Proses Kerja 3 Bulan

18 Desember 2011



Hidraulik
Kecanggihan lain dari Yaris 5-pintu adalah ketinggian mobil (ground clearance) bisa dinaik-turunkan). Menurut Eric, gerakan hidraulik mencapai 15 cm. Dengan cara ini, mobil menjadi tinggi, khusus bila harus melalui jalanan rusak atau banjir. Namun untuk mengubah ketinggian ini - saat diam - harus dilakukan secara manual. Tombol pengoperasian ditempatkan di “glove box’ atau di muka penumpang depan.

Kap mesin juga dibuka secara hidraulik (tinggal pencet tombol). Ruang mesin bukan hanya dihiasi dengan lampu-lampu kecil kebiruan, beberapa komponen dilabur dengan cat warna mencolok. Untuk speaker, menggunakan 4 set Venom yang terdiri dari 2 unit sub-woofer 12 inci

Mesin Supercharger
Mesin Yaris ini juga dipermak dengan menambahkan supercharger. Tentang pemilihan supercharger ini, Ericpunya alasan sendiri. “Dengan supercharger, tenaga bawah (putaran rendah) bisa diperoleh. Sedangkan turbocharger tida,” jelasnya. Hasil dari pemasangan supecharger, tenga mesin naik ini, 33PS atau dari 109 PS kini menjadi 142 PS

Tentang pemilihan Yaris 5-pintu, untuk dimodifikasi Eric hanya berkomentar,” Sesuai dengan model yang dijual di Indonesia. Kalau tiga pintu kan tidak dijual di sini,” jelasnya.

Untuk mendapatkan hasil seperti seperti tersebut, Eric mengaku telah menghabiskan dana Rp 300 juta dengan proses pengerjaan menyita waktu 3 bulan. “Kami mengerjakannya dalam 2 tahap, satu setengah bulan pertama interior, kemudian mendadani eksterior,” jelas Andreas Santosa ahli stiker, partner kerja Eric untuk mendandani mobil ini.

Tentang ide, Eric mengaku memperolehnyasecara kebetulan. “Desain grafis digambar tidak menggunakan komputer. Begitu ada inspirasi langsung dituangkan,” tegasnya.

Dengan hasil tersebut, Eric yang bergerak dalam bisnis audio mobil dan variasi ini berhak mendapatkan satu unit Yaris dan akan diajak mengunjungi Tokyo Auto Saloon. Di samping itu, sebagai finalis, dipastikan mengantung hadiah Rp 25 juta.

Hadiah paling besar dan jangka panjang, calon konsumen yang ingin memodifikasi mobilnya sudah menunggu!

Mazda8: Kenalan, Coba dan Suka!



Performa
Pada hari kedua pada tur singkat ini dengan mengunjungi 8 tempat yang kental dengan budaya Jawa Tengah dan Yogyakarta, Kompas.com mencoba mengemudikan MPV ini. Pada tahap pertama, sudah harus menghadap tanjakan berat di hotel Puri Asri, Magelang.

Pada saat transmisi “D” kemampuan menanjak dengan muatan 5 orang dewasa (termasuki pengemudi) agak berat. Namun begitu tongkat transmisi digeser ke kanan (manual), tarikan dan respon mesin mantap! Tidak perlu digeser ke “+” untuk menambah tenaga!

Setir ringan dan responsif (menggunaan power steering hidraulik) dengan grip sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia. Pengendalian juga oke saat harus bermanuver mendahului berbagai kendaraan umum antara Magelang-Yogyakarta dan Kota Gede.

Perpindahan gigi mulus tanpa sentakan. Bahkan saat berjalan santai dan tiba-tiba ingin mengenjar ketinggalan, begitu gas ditekan akan dalam, putaran mesin naik dengan cepat dengan perpindahan gigi berlangsung mulus.

Jok pengemudi sangat nyaman dan bisa diatur secara elektrik. Pegangan terhadap setir mantap. Pedal-pedal rem, gas dan rem parkir, bisa dioperasikan dengan mudah. Tongkat transmisi – tipe dashboard – bisa dioperasikan dijangkau dan dioperasikan dengan mudah. Hanya ukuran boks kebesaran, sehingga mengurangi ruang antara bagian tengah dashboard dengan celah kedua jok depan.

Di depan pengemudi terdapat tiga pedal, yaitu dari kanan; gas, remda dan rem parkir ang dioperasikan atau dibebaskan dengan cara menginjaknya.

3D Blackout Meter Panel
Salah unsur teknologi menarik yang digunakan Mazda pada MPV ini adalah adalah panel instrmen dengan desain yang disebut Mazda dengan 3D Blackout Panel Meter. Saat tidak berfungsi, layar yang tampak hanya hintam. Begitu dihidupkan, latar belakang biru pada bagian atas kiri an kanan bawah memberikan efek 3D dengan angka-kang dan garis strip putih. Speedomter dan tachometer seakan-akan mengapung. Semua memberi kesan modern dan tampil beda.

Untuk kenyamanan, sangat baik. Bahkan saat diperhatikan saat melewati polisi tidur, hempasan ban pantaulan suspensi sangat bagus (tidak keras). Rem juga sangat oke mantap! Pada malam hari lampu HID (high intensity discharged) atau xenon menghasilkan penerangan maksimal dan sangat baik!

Kesimpulan
Setelah mencoba dan merasakan langsung, kesimpulan Kompas.com, Mazda8 layak memosisikan dirinya di segmen MPV Premium. Bagi konsumen yang ingin memperoleh kenyamanan maksimal dan sekali waktu juga ingin melakukan perjalan bersama dengan keluarga, Mazda8 layak jadi alternatif. Pasalnya, selain kemampuan mesin oke, fitur-fitur yang menyertai MPV ini sangat lengkap! Hanya konsumsi bahan bakar yang belum diperhatikan secara seksama.

Sebagai pedoman, selama 235 km, tangki bahan bakar masih di atas setengah (kapasitas tangki 68,5 liter). Mazda mengklaim, konsumsi bensin rata-rata MPV yang menggunakan mesin 2,3 liter ini, adalah 10 km per liter (kpl).

Mitsubishi Perkuat Segmen Truk "Heavy Duty"



Tanpa seremoni berlebih, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) meluncurkan Fuso Tractor Head FV51 JH (6 x 4) transmisi manual. Truk heavy duty ini disiapkan Mitsubishi untuk memenuhi kebutuhan klien akan daya angkut dan kemampuan yang lebih besar.

Dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (16/12), produk ini ditujukan sebagai kendaraan untuk mengangkut barang di jalan raya (on road). Mitsubishi Fuso Tractor Head ditopang oleh Mesin Diesel 6M70 Common Rail Turbo Intercooler dengan sistem direct injection baru yang bertenaga 380 PS. Harganya dibanderol Rp 951 juta.

"Kehadiran produk baru ini diharapkan bisa menambah pilihan konsumen dalam menentukan kendaraan niaga yang berkualitas untuk menunjang usaha dengan pilihan yang paling sesuai kebutuhannya," tulis KTB dalam keterangan resminya.

Bridgestone Bangun Pabrik di Vietnam



Produsen ban nomor satu dunia asal Jepang, Bridgestone akan mendirikan pabrik baru di Vietnam dengan nama perusahaan Bridgestone Tire Manufacturing Vietnam (BTMV). Pabrik ini akan beroperasi pada 2014 dengan produksi ekspor ke Jepang, Eropa dan Amerika Serikat.

Menurut japantoday (16/12), pengoperasian pabrik membutuhkan sekitar 1.900 orang pekerja lokal. Kapasitas produksi 24.700 unit per hari baru terealisasi pada 2016. Pabrikan ban asal Jepang ini mengaku perlu mencari lokasi baru untuk meningkatkan kapasitas produksinya kendati basis produksi lain di Thailand dan Indonesia sudah ditingkatkan.

Sampai ini, Bridgestone masih bersaing dengan Michelin (asal Perancis) untuk mencatatkan diri sebagai produsen ban terbesar di dunia. Tahun lalu, Bridgestone berhasil mencatatkan keuntungan 98,9 miliar yen meroket jauh dari tahun sebelumnya hanya 1,04 miliar yen.

Kepulihan pasar otomotif dunia menjadi lokomotif penggerak industri ban. Beberapa negara seperti China, India dan Brasil ikut meningkatkan penjualan mobil di pasar dunia dan membutuhkan pasokan ban yang besar pula.
Sumber: Japan Today

6.000 "Bikers" Honda Berkumpul di Bromo



Sekitar 6.000 bikers menghadiri Honda Bikers Day 2011 di Taman Nasional Bromo, Jawa Timur, Sabtu ini (17/12/2011). Acara yang diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) ini mengusung tema "Satu Jiwa, Satu Hati" atau "One Spirit One Heart" dan berlangsung hingga Minggu (18/12/2011).

Istiyani Susriyati, Kepala Divisi Honda Customer Care Center PT AHM, mengatakan Honda Bikers Day 2011 merupakan salah satu bentuk apresiasi perusahaan atas loyalitas konsumen, khususnya para anggota klub sepeda motor Honda. "Kami ingin setiap bikers memiliki satu spirit dan satu hati untuk berbuat sesuatu yang lebih baik di masa mendatang," katanya.

Komunitas biker atau paguyuban sepeda motor Honda yang turut serta dalam acara ini datang dari sejumlah kota di Indonesia, antara lain Sumatera Utara, Palembang, Pakanbaru, Jambi, Jawa Barat, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Samarinda, Kalimantan Selatan dan Tengah. (Roderick Adrian Mozes)

Chery Kembali ke Indonesia, Manfaatkan Astra



Kendati tidak diumumkan, Chery Automotible Company Limited telah mengakhiri kerjasamanya dengan Indomobil Group di Indonesia (sejak Maret 2011). Kini, produsen mobil asal China tersebut coba mengajak kelompok Astra untuk bekerja sama, yaitu merakitnya di PT Gaya Motor (Grup Astra). Saat ini PT Gaya Motor merakit BMW, Isuzu, Geely, Foton memproduksi beberapa komponen sepeda motor Honda.

"Saya memang pernah dihubungi mereka (Chery). Sampai sekarang belum ada kepastian," beber Ary A Mariano, Presiden Direktur PT Gaya Motor menjawab Kompas.com, akhir pekan lalu. Ary mengatakan, Chery berniat merakit produknya di Indonesia agar harganya kompetitif.

Untuk pemasaran, logistik, produksi, Chery Automobile dikabarkan menggandeng mitra lokal baru, yaitu PT Karya Semesta Investama (KSI). Untuk itu didirikan anak usaha baru PT Chery Mobil Indonesia (CMI). Dengan manajemen baru, Chery berniat pula memasarkan Eastar Cross, MPV7-penumpang dengan mesin 2,0 liter untuk bersaing dengan Toyota Kijang Innova.

Tata Nano
Selain Chery, Ary Mariano juga mengatakan Tata Motors, India juga menjajaki Gaya Motor sebagai perakit. "Mereka mau merakit Nano di sini (Indonesia). Namun sampai kini belum ada kelanjutannya. Masih sebatas wacana," lanjut Ary.

Ary menegaskan, Gaya Motor punya kemampuan akomodatif bagi semua klien yang mau merakit kendaraannya di Indonesia. "Mulai dari BMW, Jerman yang berstandar tinggi sampai Geely, merek dari China, dirakit di sini.

Evan Sanders Rahasiakan Identitas Pacar

14 Desember 2011



Evan Sanders bersikeras menyembunyikan identitas kekasihnya. Mantan VJ MTV ini memilih menutup rapat hubungannya dengan kekasih.

"Semuanya aman-aman saja, enggak ada masalah apa-apa," kelit Evan ditemui di Hotel Aston Marina, Jakarta Utara, Selasa (13/12/2011).

Menurut Evan, dirinya sudah beberapa tahun berpacaran. Hanya saja, selama ini dia memilih menghindari pemberitaan.

"Kita sudah beberapa tahun kok," tandasnya.(rik)

Audi Q7 untuk Jegal Kesuksesan BMW X6



Bos desain VW Group, Walter de'Silva mengonfirmasikan akan memproduksi crossover dua pintu untuk menjegal BMW X6 di segmen SUV Premium dengan nama Q6. "Kondisinya siap produksi untuk mengisi celah antara Q5 dan Q7," beber de'Silva tanpa memberi merinci jadwal peluncuran.

Desain Q6 mengikuti rivalnya BMW X6, dengan atap belakang yang landai. Hal itu dilakukan untuk menarik konsumen di segmen tersebut yang menginginkan SUV bergaya kupe. De'Silva pada kesempatan yang sama juga mengindikasikan akan menghadirkan SUV lain di bawah Q5 -diberi nama Q4 - untuk menandingi BMW X4 di entry level SUV Premium.

Perang Dingin Toyota - Subaru



Perang dingin Toyota dan Subaru di sini bukan saling menjatuhkan atau "adu mulut", tapi keduanya tengah berpacu memberikan performa terbaik dari produk kembar Toyota 86 dan Subaru BRZ.

Toyota mengumumkan bahwa FT 86 punya versi cepat garapan TRD dengan menyuntikan mesin yang dilengkapi supercharger. Subaru juga tak mau kehilangan muka. Seperangat turbocharger sudah dipersiapkan untuk mesin boxer yang bersemayam di balik kap mesin BRZ.

Peranti pendongkrak tenaga BRZ di mesin FA20 diproduksi pabrik Oizumi, Jepang, tempat jantung pacu BRZ juga dirakit serta beberapa mesin produk Toyota dan Scion. Tidak menutup kemungkinan jika proyek turbo ini berjalan dengan 'manis' model Subaru ke depannya juga akan dirakit di Oizumi.

Perihal "perang" dongkrak tenaga ini coba Kompas.com tanyakan kepada Glenn Tan, Group Chief Executive Motor Image, yang juga Presiden Direktur PT TC Subaru. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada rencana penggunaan turbo pada mesin BRZ. Bisa jadi Subaru 'panas' ketika mengetahui jika TRD akan memasok supercharger pada Toyota 86.

Hingga informasi ini diturunkan belum ada kepastian ukuran turbo yang akan digunakan. Rumor yang beredar mengindikasikan BRZ akan memproduksi tenaga 300 PS seperti yang dimiliki WRX. Kira - kira, di antara 86 dan BRZ siapa yang lebih unggul dalam hal performa?

Mitsubishi Indonesia Punya Dua Model Baru untuk 2012



Mitsubishi Indonesia punya dua produk baru yang akan dipasarkan semester kedua 2012. Masing-masing Mirage mengisi segmen city car dan Outlander Sport menyasar segmen crossover.

Pelepasan Mirage di Indonesia bergantung pada peluncuran perdana yang rencananya dilakukan di Thailand, April 2012 (mundur sebulan). "Sepertinya, baru pada semester dua tahun depan. Bisa lebih dari tiga bulan terpautnya," ujar Tetsuya Katori, Unit Head of Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menjawab Kompas.com, di Batu, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Mirage dipastikan bakal diimpor utuh (completely built up) dari Thailand. Pilihan Mitsubishi ini terbilang logis karena Indonesia dan Thailand masuk dalam perjanjian perdagangan bebas AFTA (ASEAN Free Trade Area) sehingga kegiatan ekspor-impor tak dikenakan pajak bea masuk.

Untuk patokan harga jual Tetsuya mengatakan, bandrol Nissan March Rp141, 1 juta di Indonesia bisa menjadi acuan. "Harganya tak akan terpaut jauh dari March, tinggal kami menekankan kelebihan Mirage," lanjut Tetsuya.

Untuk Indonesia, Mirage akan dibekali mesin 1,2 liter dengan target konsumsi bahan bakar di atas 20 kpl. Berbeda dengan yang dipasarkan di Jepang, global small car Mitsubishi ini akan menanggalkan peranti pengirit bahan bakar (sistem stop/start) dan hanya mengandalkan continuously variable transmission (CVT).

Sedangkan untuk Outlander Sport, KTB berencana menyiapkan pabrik baru untuk merakit CKD juga mulai paruh kedua tahun depan. Keputusan ini dilakukan untuk memangkas bea masuk 40 persen kalau harus memasok CBU dari Jepang. "Kalau dengan CKD pajaknya lebih kecil (15 persen)," cetus Tetsuya.

Crossover ini dibekali mesin 2.000 cc 16 Valve Inline DOHC MIVEC yang menghasilkan tenaga maksimum 150 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 20,1 kgm pada 4.200 rpm. Mitsubishi mengklaim, konsumsi bahan bakar tercatat 15,2 km/L untuk jenis 2WD dan 15.0km/L untuk model 4WD.

"Outlander Sport akan mengisi segmen di bawah Pajero Sport. Untuk patokan harga sekitar Rp300 jutaan, pastinya di bawah kompetitor (Honda) CR-V," lanjut Tetsuya.

Tambahan informasi yang masuk ke redaksi Kompas.com, KTB mau meluncurkan Outlander Sport dan Mirage di ajang Indonesia International Motor Show yang dihelat September 2012. Ajang ini menjadi pilihan yang tepat karena bisa menciptakan animo sekaligus ajang promosi untuk produk-produk baru.

Amerika Naikkan Standar Keamanan Mobil



Lembaga resmi keselamatan di Amerika Serikat (AS), National Highway Traffic Safety Administrator (NHTSA) mengusulkan agar keyless entry (kunci dengan sensor) menjadi fitur standar pada semua merek mobil. Usulan ini disampaikan atas pengalaman kasus recall Toyota pada 2009-2010.

"Kasus yang terjadi, saat kondisi panik, pengemudi cenderung meninggalkan kendaraan dalam keadaan mesin masih hidup atau posisi tuas transmisi belum di "P". Selain potensi kendaraan berjalan sendiri, juga meracuni lingkungan sekitar karena mengeluarkan karbondioksida," jelas NHTSA dalam proposalnya, seperti dilansir bloomberg (9/12).

Kalau disetujui, usulan ini mulai diterbitkan 12 Desember 2012 dengan estimasi biaya tambahan untuk industri di bawah 500.000 dollar AS per tahun. Dalam peraturan baru itu ditetapkan standar baru waktu menyalakan dan mematikan mesin mobil dengan tombol start/stop yang lebih cepat. Asosiasi Insinyur Otomotif (The Society of Automotive Engineers) mengusulkan kecepatan dalam rentang setengah sampai 2 detik.

Meski bukan fitur baru, keyless entry yang ada pada mobil saat ini punya kelemahan yakni waktu operasionalnya. Seperti dialami Lexus ES 350 pada 2009, di mana mobil ini sudah dilengkapi fitur keyless entry dan tombol start/stop. Tapi, untuk mematikan mesin butuh waktu 3 detik. Saat itu, Lexus sempat melaju dan menabrak, mengakibatkan empat nyawa melayang.

Dengan rencana penerbitan peraturan baru, Gloria Bergquist juru bicara dari Asosiasi Manufaktur Otomotif (Alliance of Automotive Manufactures) mengatakan, anggotanya (Toyota, Ford dan General Motors) sudah mulai mempelajari standarisasi sistem keyless entry yang ada di produknya masing-masing. Saat peraturan ini resmi, produsen mobil sudah siap dan tinggal mengaplikasikannya saja.

Jepang Perpanjang Insentif Mobil "Hijau"



Pemerintah Jepang akhirnya memutuskan memperpanjang insentif fiskal berupa pemotongan pajak untuk kendaraan hemat bahan bakar dari semula berakhir April 2012 menjadi 2015. Penguatan nilai tukar Yen dan penurunan penjualan di pasar ekspor menjadi menjadi alasan utama perpanjangan, selain juga untuk meningkatkan pasar domestik Jepang.

Seperti dilansir bloomberg (9/12), negeri matahari terbit juga berencana meneruskan pemotongan harga langsung selama satu tahun ke depan yang sudah berakhir September 2011.

Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi mengatakan, sebelum meningkatkan pajak negara harus ikut menyokong industri kunci di negerinya-dalam hal ini otomotif-guna mendongkrak keuntungan. "Pentingnya industri mobil sulit dipungkiri. Kami mau memberikan sokongan penuh buat mereka," ujar Azumi.

Pemerintah sepakat untuk menurunkan pajak beban kendaraan (car weight tax) senilai 150 miliar yen dari usulan menteri keuangan 1 triliun yen per tahun. Usulan ini sempat ditentang Perdana Menteri Yoshihiko Noda yang menolak memperbesar nilai insentif pajak.

Noda setuju untuk menyediakan 300 miliar Yen sebagai dana potongan langsung bagi konsumen yang mau membeli mobil berteknologi "hijau".

"Permintaan kami bukan cuma mengurangi beban pajak, tapi untuk melawan penguatan Yen, mencegah penghentian produksi di luar dan mempertahankan produksi domestik," tegas Toshiyuki Shiga, Ketua Umum Asosiasi Industri Otomotif Jepang (Japan Automobile Manufacturers Association).

Selain itu, pemerintah juga berniat memperkenalkan beban pajak karbon baru untuk mengurangi emisi gas akibat efek rumah kaca. Salah satunya, mengurangi pemanfaatan nuklir sebagai sumber pembangkit tenaga listrik di Jepang.

Mobil Listrik Mulai Makan Korban



Baru sepekan Pemerintah Kota Paris, Perancis, menerapkan skema rental kendaraan listrik "Autolib" kepada masyarakat, eh sudah ada korban. Salah satu mobil listriknya menabrak pejalan kaki.

Seorang wanita dilaporkan tertabrak mobil listrik yang tengah melintas di salah satu jalan di Paris. Korban mengaku tak mendengar laju mobil itu sehingga tak sadar dirinya tertabrak. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat serta mendapat "hadiah" luka memar dan lecet.

Wali Kota Paris Bertrand Delanoe mengatakan, kejadian ini murni ketidaksengajaan dan tak membuktikan ada hubungan langsung antara mobil listrik dan kecelakaan yang terjadi. Namun, penelitian yang dilakukan Highway Loss Data Institute (HLDI) berkata sebaliknya, 20 persen kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki terjadi pada mobil hibrida saat berjalan menggunakan motor listrik sehingga tak mengeluarkan suara.

"Saat mobil hibrida menggunakan motor listrik, pejalan kaki tak akan mendengarnya mendekat sehingga kurang awas di jalan," ujar Wakil Presdir HLDI.

Mobil yang terlibat kecelakaan adalah Bluecar, diproduksi Pininfarina berkolaborasi dengan salah satu konglomerat di Perancis Groupe Bollore. Total 250 Bluecar sudah mulai disewakan di Paris, diikuti 3.000 unit dalam dua tahun ke depan. Dengan adanya kecelakaan itu, produsen akan menambahkan fitur suara untuk mengurangi risiko menabrak pejalan kaki.

Pesanan Avanza Baru Mencapai 33.000 Unit



Meski khawatir akan kekurangan pasokan, Toyota Indonesia masih bisa tersenyum tahun ini. Karena sampai akhir 2011, PT Toyota Astra Motor (TAM) berharap masih bisa menyentuh penjualan 310.000 unit. Meski banyak gangguan, pasar otomotif nasional terus meningkat.

Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto mengatakan, efek berantai bencana alam di Jepang dan Thailand menurunkan volume jualan mulai April sampai Juni dan November.
"Desember ini kami pikir sudah bisa meningkatkan jualan lagi, meskipun belum 100 persen normal. Kira-kira 22.000 unit, sehingga tahun ini ditutup sekitar 310.000an unit," urai Joko di sela Media Gathering akhir tahun TAM di Jakarta, (13/12).

Melihat data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini Toyota sudah menjual (ritel) 287.692 unit, naik 12,5 persen dari periode yang sama 2010 yakni 255.683 unit. November menjadi rekor terburuk Toyota karena mencatatkan penjualan terendah tahun ini, terpangkas 46,1 persen jadi tinggal 16.771 unit dari Oktober 31.160 unit.

Joko menyayangkan dampak banjir di negeri gajah putih sangat besar terhadap Toyota di Indonesia. TAM jadi tak bisa memenuhi target pangsa pasar yang sudah ditentukan awal tahun ini, minimal 36 persen dan hanya menggenggam 35,4 persen saja. "Masalahnya bukan kami tak bisa menjual, tapi enggak ada barang. Sangat disayangkan, padahal pasar lagi bagus-bagusnya," keluh Joko.

33.000 Unit

TAM juga meminta maaf kepada calon konsumen yang masih harus menunggu pengiriman Avanza baru karena pemesanan terus meningkat. Mobil "sejuta umat" ini sudah inden sampai puluhan ribu unit, sejak diluncurkan perdana 9 November 2011.

"Sampai 5 Desember (2011) pesanan yang masuk sudah 33.000 unit atau dua kali lipat dari model lawas yang terjual 14.000an per bulan. Produksi kami masih belum mencukupi, mudah-mudahan konsumen bisa bersabar," harap Joko.

All New Avanza dan Veloz merupakan generasi kedua ditawarkan dalam lima varian yakni 1.3 E M/T dan A/T, 1.3 G M/T dan A/T, 1.5 G M/T dan 1.5 Veloz A/T. Andalan Toyota Indonesia ini dibanderol Rp144 juta – Rp180,2 juta per unit on the road-Jakarta.

GM Beralih keBaterai Lithium Fosfat



Setelah Volt, General Motor akan memproduksi kendaraan listrik Chevrolet Spark dan dipasarkan 2013. Bedanya, jika pada Volt menggunakan baterai lithium-ion, untuk city car itu mengandalkan baterai lithium fosfat dari Waltham berbasis A123 System Inc.

Pihak GM menyebutkan dalam waktu dua tahun, teknologi untuk mobil listrik dan hibrida sudah berubah begitu cepat. Ketika Nissan, Tesla dan GM mengembangkan mobil listrik, baterai lithium-ion merukapan teknologi terbaik yang tersedia.

Beralihnya GM dari lithium-ion ke fosfat dilandasi dua hal. Pertama, teknologi itu lebih aman dan lebih tahan lama dari ltihium-ion. Kedua, kejadian yang menimpa Volt di mana tiga baterainya mengalami kebakaran.

Kasus terbakarnya baterai (sejak Mei) pada Volt, termasuk yang dilakukan tes tabrak, sedang diselidiki oleh Lembaga keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA). Hanya, "penyelidikan tidak dipusatkan pada sel baterai," sebut Randy Fox, juru bicara GM.

"Lithium kimia fosfat bisa lebih ramah dalam hal pengelolahan panas, meski menyimpan energi lebih sedikit," ungkap James Hall, kepala perusahaan konsultan 2953 Analytics Inc di Detroit. Ada sejumlah penemuan baru, lanjutnya untuk baterai lithium baru ini.

Keputusan GM beralhi ke baterai lithium fosfat pada bulan Oktober lalu, empat bulan setelah baterai pertama pada Volt terbakar. Informasi baru, selain GM, Fisker Automotive Inc juga akan memakai lithium fosfat, termasuk juga BMW untuk model ActiveHybrid 5 dan 3 yang akan dipasarkan Maret 2012.

"GPS" Sudah Ada sejak 1930



Jauh sebelum orang-orang mafhum dengan perangkat pemandu jalan di mobil semacam global positioning system, sebuah produk bernama Iter Avto sudah dibuat di Spanyol pada 1930. Jangan bayangkan perangkat canggih dalam mobil yang mengandalkan satelit seperti dibuat Alpine (1981) atau Etrak (1983), atau bisa disuruh menunjuk jalan dengan suara kita (yang belakangan diakui malah bikin repot). Iter Avto jauh lebih sederhana, hanya mengandalkan kertas rol sebagai peta berjalan.

Iter Avto sebenarnya lebih mirip peta dalam bentuk rol yang bergerak seiring gerak mobil. Peta berputar di tengah, ibarat sebuah layar. Lalu prinsip putarannya mirip spidometer yang bergerak mengandalkan putaran roda. Iter Avto pun diletakkan persis ketika orang zaman sekarang meletakkan global positioning system (GPS), yaitu di tengah bawah dasbor.

Sebuah kertas gulungan bergambar jalan dan titik-titik nama wilayah kemudian disematkan di dalamnya. Penggunaannya tergantung lokasi yang sedang dituju. Jika pengguna misalnya ingin ke London, mereka harus memasang gulungan peta khusus London. Kalau pindah tempat, harus ganti gulungan.

Pujian brilian terhadap ide tentang Iter Avto sebagai penunjuk jalan di mobil habis ketika akhirnya pengguna membelokkan mobilnya. Peta itu tidak ikut berbelok karena hanya bisa digunakan saat mobil bergerak lurus.

Keberadaan Iter Avto pun kurang jelas mengingat data produsen dan nama penciptanya seperti hilang ditelan zaman.

Namun, jika bicara "siapa yang duluan membuat", pemandu jalan serupa pernah juga dibuat di Inggris, bahkan 10 tahun sebelumnya atau kisaran tahun 1920. Perangkat yang dinamai Plus Fours Routefinder ini bahkan lebih simpel. Bentuknya seperti jam tangan. Prinsip kerjanya sama dengan Iter Avto, yaitu menggunakan gulungan peta. Namun, geraknya manual, yaitu diputar-putar dengan jari.

Indonesia Punya Mobil Listrik



Pada kontes modifikasi "Final Battle Auto Black Trough" (BABT) di Jakarta, minggu lalu, pengunjung sempat dihebohkan dengan munculnya sebuah mobil konsep SV-1 bertenaga listrik milik Franklin dari Klub Connection. Pemuda asal Bandung tersebut berkolaborasi dengan Signal Kustom sebagai modifikator dan LIPI yang memasok motor listrik.

Mobil beratapkan langit tersebut memakai basis Nissan Cefiro. Semua bodi dan komponen di dalamnya dipensiunkan. Tinggal sasis bawaan pabrik, itu pun sudah sedikit dipangkas menyesuaikan dengan keberadaan komponen penunjang motor listrik, serta girbok sebagai pemindah tenaga.

Bodi di desain kembali oleh Andri, punggawa dari Signal Kustom menggunakan bahan serat karbon dengan kombinasi plat agar lebih kokoh dan rigid. Postur tubuh didesain bergaya mobil konsep masa depan tanpa menggunakan atap. Beberapa pengoperasian sudah mengguanakan fitur elektrik seperti kap mesin dan sistem audio.

Audio memang terlihat tak begitu ekstrem, tapi Alpine sebagai pemasok mensupport dengan barang - barang berkualitas. Sampai-sampai juri dari Amerika pun memberikan acungan jempol saat melakukan demo karena tidak menyangka setelan audio yang terlihat seadanya ini mampu mengeluarkan hasil yang mengejutkan.

Selain audio, penggunaan sistem penggerak motor listrik ikut membuat juri dan penonton terkesima. Seirama dengan konsep modifikasi yang diangkat mengenai kendaraan ramah lingkungan, SV-1 digerakkan oleh motor dengan 3 sumber tenaga. "SV-1 tak hanya mengedepankan teknologi motor listrik semata, kami bersama LIPI menghadirkan sebuah pembaharuan dalam proses pengisian baterai," papar Andri.

Proses pengisiannya bisa dari listrik seperti umumnya mobil listrik, juga bisa menggunakan tenaga surya lewat konverter yang terdapat di kap mesin. Terakhir, pemanfaatan panas hasil pengereman seperti yang digunakan BMW dengan nama Regenerative Braking," papar Andri.

Semua sektor berjalan dengan baik bahkan mobil ceper ini ikut serta uji dyno meski tenaga yang terekam di roda tak terlalu besar. Maklum, karena berbeda cara kerja sistem mobil listrik dengan konvensional sehingga sulit mencatatkan rekor terbaiknya menggunakan mesin dyno untuk mobil konvensional. Cukup mengejutkan ketika kecepatan maksimum yang terdeteksi mencapai 120 km/jam.

Mobil Listrik Dikendalikan dengan Smartphone



Inilah kendaraan masa depan yang ditargetkan untuk mengantisipasi pembatasan kendaraan yang boleh masuk ke pusat kota. Namanya Kobot, dibuat oleh Kowa Co., Ltd perusahaan pembuat “Electro-Optical” dan Tmsuk produsen robot, keduanya berasal dari Jepang.

Kobot kendaraan listrik berukuran kecil, bisa dilipat dan dikendalikan melalui smartphone. Untuk memantau kondisi kendaraan dan informasi lain, di depan pengendaranya dipasang layar monitor berukuran besar, mirip dengan iPad atau komputer tablet.

Debut
Kobot masih merupakan konsep dan melakukan debut di Tokyo Motor Show 2011 yang baru saja usai. Dengan penampilannya yang lucu serta beberapa kemampuannnya yang unik, konsep yang ditawarkan termasuk kreatif.

Kowa Tmsuk belum mengumumkan apakah akan memproduksi kendaraan ini. Namun menurut techon.nikkeibp.co.jp, Kobot kemungkinan dirilis pada musim gugur tahun depan.

Kowa memamerkan dua kendaraan listrik tiga roda untuk satu tempat duduk yang diberi nama “nu” dan “beta”. Satu lagi adalah versi dua tempat duduk, empat roda yang disebut “pi”.

“nu” dan “beta”
Kendati "nu" dan "beta" struktur basisnya sama, namun penampilannya berbeda. “nu” berbentuk linear dan bisa melaju hanya sampai kecepatan maksimumnya 55 kpj. Kendaraan diharapkan bisa berdampingan dengan pejalan kaki di kawasan kota dan dirancang untuk jarak tempuh sedang.

“beta” didesain bulat dengan kecepatan maksimum 45 kpj dan ditargetkan untuk jarak 35 km. Kendaran bisa berputar pada radius lebih kecil dan diparkir ruang yang sempit.

Kedua kendaran satu penumpang ini menggunakan motor listrik yang dipasang langsung pada roda depan dan belakang. Kelengkapan, mekanisme yang memungkinkan sadel - mirip sepeda motor - digeser ke samping atau dilipat sehingga mudah diparkir di tempat sepit atau tidak basah kena hujan.

“pi”
Selanjutnya adalah “pi” kendaraan lsitrik dua penumpang yang dirancang bisa membawa anggota keluarga atau teman. Kowa Tmsuk mengharapkan “pi” digunakan untuk jarak 100 km. Motor listrik yang menggerakannya langsung dipasangdi roda kanan dan kiri belakang.

Kowa Tmsuk mengatakan, Kobot ini bisa hidup berdamping dengan pejalan kaki di kota-kota besar. Dijelaskan pula, kota besar seperti Paris dan London telah mengantisipasi kemungkinan untuk membatasi kendaraan yang boleh masuk ke pusat kota.

Kendati demikinan, Kobot belum bisa diguna di kota-kota Jepang karena umumnya berada di daerah pergunungan. Target lain obot, sebagai kendaraan turis yang mengujungi berbagai tempat pada radius yang tidak teralu jauh!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Moto GP News

Formula 1 News

Basketball News

Football Dan video unik

 

© Copyright Sekedar Info 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.